<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Menyoal Senioritas Mahasiswa</title>
	<atom:link href="http://ngampus.com/2007/07/28/menyoal-senioritas-mahasiswa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ngampus.com/2007/07/28/menyoal-senioritas-mahasiswa/</link>
	<description>Yang Asyik Buat Mahasiswa</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 16:11:20 +0000</lastBuildDate>
	
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: yosi sailico</title>
		<link>http://ngampus.com/2007/07/28/menyoal-senioritas-mahasiswa/comment-page-1/#comment-491</link>
		<dc:creator>yosi sailico</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Nov 2008 08:21:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ngampus.com/?p=66#comment-491</guid>
		<description>Gila..sdh lihat video diperkosa waktu ospek..kayaknya mahasiswa sekarang pada gak punya otak kali ya...isinya cuman tawuran, mabuk, perkosa anak orang..sori bagi anda mahasiswa yg bukan kriminal..mau jadi apa indonesia..tolong diusut pak polisi...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Gila..sdh lihat video diperkosa waktu ospek..kayaknya mahasiswa sekarang pada gak punya otak kali ya&#8230;isinya cuman tawuran, mabuk, perkosa anak orang..sori bagi anda mahasiswa yg bukan kriminal..mau jadi apa indonesia..tolong diusut pak polisi&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: logis</title>
		<link>http://ngampus.com/2007/07/28/menyoal-senioritas-mahasiswa/comment-page-1/#comment-199</link>
		<dc:creator>logis</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 02:10:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ngampus.com/?p=66#comment-199</guid>
		<description>Jika sejarah perploncoan dan senioritas dianalisa, akan muncul suatu cerita yang bakal laku keras jika difilmkan. 
versi saya:Bermula dari anak-anak kecil yang entah bagaimana mentalnya tidak berkembang dewasa. Mereka mencari aktualisasi diri dengan &quot;menginjak-injak&quot; anak-anak yang lebih kecil dari mereka. Setelah lama, mereka bertambah usia, namun tidak bertambah dewasa. Mereka terus menindas yang lebih kecil dari mereka. Sampai sikap penindasan itu lestari dari generasi ke generasi, menjadi suatu sistem di lingkungan mereka, bahkan menyebar, kemudian dikemas dalam kotak berbungkus kado yang cantik, tersebar sampai ke universitas-universitas dan sekolah-sekolah dibawahnya, dimasukkan ke dalam wadah formal yang disebut OSPEK, MOS dkk. Kemudian oleh orang-orang yang sepaham dengan faham penindasan tersebut, faham tersebut diperhalus dengan argumen-argumen yang &quot;dianggap&quot; logis: perkenalan berkesan, menderita bersama akan lebih kompak, adat, kenangan, membangun karakter berani, dan sebagainya. Hal itu untuk menjaga eksistensinya. Tanggapan : Memang jika orang dijajah, mereka akan berani mati, namun apakah penjajahan perlu dilestarikan sebagai suatu sarana pembangun mental berani dan momen berkesan? ika Anda berpikir logis, seketika akan muncul kata : TIDAK. Tuhan menciptakan manusia dengan kemampuan adaptasi. Membantu perkenalan dengan dunia kampus itu baik, namun sebearnya dengan sendirinya, seseorang akan mampu untuk mengenali lingkungannya melalui adaptasi. J</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jika sejarah perploncoan dan senioritas dianalisa, akan muncul suatu cerita yang bakal laku keras jika difilmkan.<br />
versi saya:Bermula dari anak-anak kecil yang entah bagaimana mentalnya tidak berkembang dewasa. Mereka mencari aktualisasi diri dengan &#8220;menginjak-injak&#8221; anak-anak yang lebih kecil dari mereka. Setelah lama, mereka bertambah usia, namun tidak bertambah dewasa. Mereka terus menindas yang lebih kecil dari mereka. Sampai sikap penindasan itu lestari dari generasi ke generasi, menjadi suatu sistem di lingkungan mereka, bahkan menyebar, kemudian dikemas dalam kotak berbungkus kado yang cantik, tersebar sampai ke universitas-universitas dan sekolah-sekolah dibawahnya, dimasukkan ke dalam wadah formal yang disebut OSPEK, MOS dkk. Kemudian oleh orang-orang yang sepaham dengan faham penindasan tersebut, faham tersebut diperhalus dengan argumen-argumen yang &#8220;dianggap&#8221; logis: perkenalan berkesan, menderita bersama akan lebih kompak, adat, kenangan, membangun karakter berani, dan sebagainya. Hal itu untuk menjaga eksistensinya. Tanggapan : Memang jika orang dijajah, mereka akan berani mati, namun apakah penjajahan perlu dilestarikan sebagai suatu sarana pembangun mental berani dan momen berkesan? ika Anda berpikir logis, seketika akan muncul kata : TIDAK. Tuhan menciptakan manusia dengan kemampuan adaptasi. Membantu perkenalan dengan dunia kampus itu baik, namun sebearnya dengan sendirinya, seseorang akan mampu untuk mengenali lingkungannya melalui adaptasi. J</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: chow</title>
		<link>http://ngampus.com/2007/07/28/menyoal-senioritas-mahasiswa/comment-page-1/#comment-57</link>
		<dc:creator>chow</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Nov 2007 14:42:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ngampus.com/?p=66#comment-57</guid>
		<description>ospek bagi saya adalah kegiatan yang tidak berguna saat ini, mengapa?ospek adalah ajang balas dendam. senior sering melakukan kekerasan saat ospek kepada juniornya dengan alasan supaya tahan banting sebagai mahasiswa dalam menghadapi kuliahnya padahal dalam pikiran si senior mereka ingin membalas dendam  kepada juniornya sepeti yang didapatkannya dulu. di universitas-universitas favorit (swasta sama negeri sama saja ospeknya,masih ada kekerasan) masih ada tuh senior main pukul dan main tendang seenaknya sama juniornya. junior disekap di ruangan lalu dipukuli rame-rame....PARAH.....kalo bisa tuh ospek yang masih banyak kekerasan tuh di expose habis-habisan biar tahu pihak universitas dan masyarakat.klo bisa acara ospek tuh ganti sama acara-acara seminar ato pengarahan kepada mahasiswa baru bagaimana cara mereka beradaptasi dengan perubahan lingkungan dari siswa SMA dan mahasiswa.YANG TERAKHIR ADALAH BAGI SENIOR, PARA SENIOR HENDAKNYA MENGUBAH TRADISI INI KARENA SAMA SAJA MEMPERLAKUKAN JUNIORNYA SEPERTI BINATANG,KALAU SENIORNYA MASIH MELAKUKAN TRADISI KEKERASAN LEBIH BAIK MEREKA HIDUP DI KEBUN BINATANG ATO DI HUTAN AJA NGGAK USAH KULIAH.SARAN SAYA SUATU SAAT ADAKAN LIPUTAN KEGIATAN OSPEK DI KAMPUS SECARA LENGKAP.UNIVERSITAS FAVORIT JUGA HARUS DILIPUT BIAR KETAHUAN BELANGNYA.UNIVERSITAS YANG MASIH ADA SENIORITASNYA ITU SAMA SAJA DENGAN IPDN.apakah kita harus menunggu sampai jatuh korban senioritas lagi?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ospek bagi saya adalah kegiatan yang tidak berguna saat ini, mengapa?ospek adalah ajang balas dendam. senior sering melakukan kekerasan saat ospek kepada juniornya dengan alasan supaya tahan banting sebagai mahasiswa dalam menghadapi kuliahnya padahal dalam pikiran si senior mereka ingin membalas dendam  kepada juniornya sepeti yang didapatkannya dulu. di universitas-universitas favorit (swasta sama negeri sama saja ospeknya,masih ada kekerasan) masih ada tuh senior main pukul dan main tendang seenaknya sama juniornya. junior disekap di ruangan lalu dipukuli rame-rame&#8230;.PARAH&#8230;..kalo bisa tuh ospek yang masih banyak kekerasan tuh di expose habis-habisan biar tahu pihak universitas dan masyarakat.klo bisa acara ospek tuh ganti sama acara-acara seminar ato pengarahan kepada mahasiswa baru bagaimana cara mereka beradaptasi dengan perubahan lingkungan dari siswa SMA dan mahasiswa.YANG TERAKHIR ADALAH BAGI SENIOR, PARA SENIOR HENDAKNYA MENGUBAH TRADISI INI KARENA SAMA SAJA MEMPERLAKUKAN JUNIORNYA SEPERTI BINATANG,KALAU SENIORNYA MASIH MELAKUKAN TRADISI KEKERASAN LEBIH BAIK MEREKA HIDUP DI KEBUN BINATANG ATO DI HUTAN AJA NGGAK USAH KULIAH.SARAN SAYA SUATU SAAT ADAKAN LIPUTAN KEGIATAN OSPEK DI KAMPUS SECARA LENGKAP.UNIVERSITAS FAVORIT JUGA HARUS DILIPUT BIAR KETAHUAN BELANGNYA.UNIVERSITAS YANG MASIH ADA SENIORITASNYA ITU SAMA SAJA DENGAN IPDN.apakah kita harus menunggu sampai jatuh korban senioritas lagi?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ft ui euy</title>
		<link>http://ngampus.com/2007/07/28/menyoal-senioritas-mahasiswa/comment-page-1/#comment-56</link>
		<dc:creator>ft ui euy</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Oct 2007 02:06:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ngampus.com/?p=66#comment-56</guid>
		<description>ospek bagi gw ntu masih logis n bermanfaat ... alasannya ya g juh dri manfaat ospek itu untuk membina karakter mahasiswa baru untuk menyadari ststus baru mereka yaitu mahsiswa, bukan lagi sebagai siswa.. dan soal ospek yang ga mendidik itu sh biasanya keslahan awal dari sistem yang ada di fakultas masing2 yg tidk memberikan filosofi dari ospek iutu sendiri, jika sistemnya sudah bagus dn mahsiswa senior sudah menegtahui filosofi dari ospek yaitu untuk membina maba dan sekaligus melatih mahsiswa senior dalam meningkatkan ketermabpiln sost skil ospek yang ada akan sengat sekali bermanfaat ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ospek bagi gw ntu masih logis n bermanfaat &#8230; alasannya ya g juh dri manfaat ospek itu untuk membina karakter mahasiswa baru untuk menyadari ststus baru mereka yaitu mahsiswa, bukan lagi sebagai siswa.. dan soal ospek yang ga mendidik itu sh biasanya keslahan awal dari sistem yang ada di fakultas masing2 yg tidk memberikan filosofi dari ospek iutu sendiri, jika sistemnya sudah bagus dn mahsiswa senior sudah menegtahui filosofi dari ospek yaitu untuk membina maba dan sekaligus melatih mahsiswa senior dalam meningkatkan ketermabpiln sost skil ospek yang ada akan sengat sekali bermanfaat &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: inal</title>
		<link>http://ngampus.com/2007/07/28/menyoal-senioritas-mahasiswa/comment-page-1/#comment-55</link>
		<dc:creator>inal</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Oct 2007 12:50:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ngampus.com/?p=66#comment-55</guid>
		<description>ospek adalah bentuk arogansi mahasiswa senior terhadap juniornya. kalo saya melihat, ospek itu hampir tidak ada manfaatnya. kalo baru jadi senior aja udah merasa punya kuasa dan bisa berbuat seenaknya apalagi nanti kalo udah punya posisi atau jabatan di pemerintahan. apalagi saya melihat ospek di universitas-universitas top di indonesia itu masih banyak yang tidak mendidik dan tidak mencerminkan mahasiswa sebagai intelektual yang bisa diharapkan untuk ikut membangun bangsa. contohnya di ui,itb,ugm masih banyak tuh ospek yang sangat tidak mendidik mahasiswanya. kalo ingin perubahan,  kita bisa memulainya dari membenahi hal-hal yang kecil. seperti ospek ini, kalau dibenahi bisa saja menjadi kunci kebangkitan bangsa kita. harusnya ospek itu dibebaskan dari budaya-budaya zaman penjajahan dan diisi dengan semangat kebangkitan dan perubahan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ospek adalah bentuk arogansi mahasiswa senior terhadap juniornya. kalo saya melihat, ospek itu hampir tidak ada manfaatnya. kalo baru jadi senior aja udah merasa punya kuasa dan bisa berbuat seenaknya apalagi nanti kalo udah punya posisi atau jabatan di pemerintahan. apalagi saya melihat ospek di universitas-universitas top di indonesia itu masih banyak yang tidak mendidik dan tidak mencerminkan mahasiswa sebagai intelektual yang bisa diharapkan untuk ikut membangun bangsa. contohnya di ui,itb,ugm masih banyak tuh ospek yang sangat tidak mendidik mahasiswanya. kalo ingin perubahan,  kita bisa memulainya dari membenahi hal-hal yang kecil. seperti ospek ini, kalau dibenahi bisa saja menjadi kunci kebangkitan bangsa kita. harusnya ospek itu dibebaskan dari budaya-budaya zaman penjajahan dan diisi dengan semangat kebangkitan dan perubahan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
