Peran Investasi Untuk Indonesia

Oleh SUT MUTIA SANGADJI

Investasi sebagai penanaman modal atau sering disebut juga dengan pembentukan modal, merupakan suatu komponen yang menentukan tingkat pengeluaran agregat suatu negara. Karena itu dalam pembangunan ekonomi, peranan investasi sangatlah penting. Semakin tinggi investasi, pendapatan nasional akan mengalami peningkatan karena peningkatan terhadap barang dan jasa bertambah.

Ada berbagai manfaat yang dipetik dari sejumlah investasi yang ditanamkan oleh para investor baik asing maupun dalam negeri. Pertama, investasi dapat mengurangi pengangguran. Para investor yang menanamkan modalnya untuk mendirikan pabrik/industri di Indonesia dapat menyerap tenaga kerja yang berada pada masa angkatan kerja.

Kita ketahui bersama bahwa masalah pengangguran belum dapat teratasi secara menyeluruh. Oleh sebab itu, dibutuhkan keterlibatan investor dalam mewujudkan kesempatan kerja (full employment). Potensi SDM, kondisi iklim yang menguntungkan, dan kekayaan alam yang berlimpah ruah merupakan faktor-faktor pendukung investasi.

Indonesia baru saja melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Korea Selatan untuk kerjasama investasi. Tidak kurang dari Rp 80 triliun akan diinvestasikan Korsel untuk industri kelapa sawit, batubara, dan semen, yang salah satu wilayahnya adalah di Kaltim.

Ini bukan merupakan perjanjian kerjasama pertama yang akan masuk di Kaltim. Karena sebelumnya, China juga telah membuat MoU yang serupa. Dengan begitu, investasi merupakan salah satu cara pemenuhan kesempatan kerja (full employment).

Kedua, investasi dapat mendorong pembangunan infrastruktur, seperti di sektor pertanian, sarana dan prasarana transportasi, lingkungan hidup, dan kesejahteraan sosial.

Faktor Berpengaruh
Berbagai macam faktor menjadi faktor penentu investasi: suku bunga, tingkat pengembalian modal (prospek keuntungan), ramalan keadaan ekonomi di masa mendatang, kemajuan teknologi, pendapatan nasional, dan keuntungan.
Rendahnya tingkat suku bunga, akan meningkatkan investasi karena kredit yang diberikan bank masih menguntungkan untuk melakukan investasi. Ketika suku bunga rendah, investasi akan meningkat. Namun, tingkat suku bunga yang tinggi tidak selamanya menjadi penghalang bagi investor untuk berinvestasi karena adanya peluang keuntungan yang menjanjikan di masa mendatang.

Bila keuntungan yang diharapkan lebih besar dari tingkat suku bunga yang berlaku secara riil, investasi masih dapat dilakukan. Ramalan keadaaan perekonomian di masa depan seharusnya dibuat untuk menentukan apakah kegiatan-kegiatan yang akan dikembangkan akan memperoleh keuntungan atau kerugian.

Adanya kestabilan harga, pertumbuhan ekonomi, dan pertambhan pendapatan masyarakat yang berkembang dengan cepat merupakan keadaan yang aka mendorong pertumbuhan investasi. Semakin baik keadaan ekonomi masa depan, semakin besar tingkat keuntungan yang akan diperoleh. Begitu juga perkembangan teknologi saat ini yang menjadi salah satu faktor penting bertambahnya investasi.

Selain faktor ekonomi, ada juga faktor non-ekonomi (stabilitas politik, keamanan, dan penegakkan hukum) menentukan tinggi/rendahnya investasi suatu negara. Bom Bali, Bom Hotel Mariot, kecelakaan yang terjadi baik darat, laut, maupun udara, pergantian beberapa menteri yang baru-baru ini dilakukan adalah faktor-faktor non-ekonomi yang ternyata dapat menghambat lajunya investasi.

Berbagai peristiwa pegeboman yang terjadi belakangan ini memberikan gambaran buruk tentang tingkat keamanan bagi warga asing yang akan menanamkan modalnya di Indonesia. Sementara itu, kecelakaan trasnsportasi memberikan gambaran tentang rendahnya tingkat keselamatan kita sehingga membuat citra kita di mata dunia internasional menurun.

Lain halnya dengan negara tetangga kita, Singapura. Banyak kalangan yang mau menanamkan modalnya di sana. Mengapa demikian? Singapura memberikan kemudahan dalam berinvestasi dengan model birokrasi yang tidak berbelit-belit, kestabilan politik dan keamanan yang terjamin, dan tingginya tingkat kepastian pengembalian modal.

Investasi biasanya hanya mau dilakukan didalam sebuah pemerintahan yang bersih: tidak korup, tidak ada praktek suap, dan bebas pungutan liar. Sadar atau tidak, derajat korupsi yang tinggi di Indonesia membuat orang ragu untuk berinvestasi karena tidak adanya kepastian hukum. Berbeda dengan kita, birokrasi sangat bernelit-belit, keamanan yang digunakan sepenuhnya belum terjamin, dan tingkat pengembalian modal yang tidak pasti.

Oleh karena itu kedepan, perlu adanya langkah-langkah pembenahan. Birokrasi ynag berbelit-belit sebaiknya dipermudah. Kepastian dan penegakkan hukum sesuai dengan apa yang telah ditetapkan. Aparatur negara lebih mawas, tajam, dan cepat dalam mengatasi peristiwa-peristiwa yang terjadi demi terwujudnya keamanan dan ketentraman.

Selain itu, keadilan dan pemberian sanksi haruslah seadil-adilnya sesuai dengan ketetapan hukum yang berlaku. Dengan demikian, kita berharap investasi dapat mengokohkan tiang perekonomian nasional.

This entry was posted in Opini. Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

One Comment

  1. abonk
    Posted December 9, 2007 at 10:54 am | Permalink

    makanya kita harus mengupayakan investasi dengan lebih serius!

    Reply

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>