Peringkat Universitas dan Artis Ibukota

Majalah Globe Asia edisi Februari 2008 merilis daftar ranking PTN-PTS di Indonesia. Hasilnya, Universitas Pelita Harapan menyodok di posisi ke-2 mengalahkan PTN favorit seperti Universitas Gadjah Mada (3), Institut Teknologi Bandung (4), dan Institut Pertanin Bogor (5).

Pemeringkatan oleh majalah tersebut kontan menuai banyak tanggapan. Priyo Suprobo, Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan dan Tim Akreditasi PT-DIKTI, menyebutnya sebagai “buble information”. Ini sebentuk penipuan baru untuk menjaring calon mahasiswa. UPH dan Majalah Globe Asia adalah “saudara sepersusuan” di bawah Grup Lippo.

Kelemahan pemeringkatan itu menurut Priyo Suprobo antara lain karena pembobotan yang berbeda. Fasilitas kampus misalnya diberi bobot 16 persen, lebih tinggi dibandingkan kualitas staf akademik (9 persen) dan kualitas riset (7 persen). Sebagai kampus “borju” jelas UPH menang fasilitas dibandingkan PTN-PTS lainnya.

Sejak beberapa tahun lalu, pemeringkatan universitas menjadi amat penting. Yang cukup terkenal dan bergengsi adalah versi Times Higher Education Survey. Meski begitu, ada juga kritik terhadap model ini. Katanya, kenapa peringkat universitas naik turun seperti “yo-yo” hanya dalam tempo satu tahun?

Sejauh ini, pada umumnya, universitas yang memang betul-betul “top” selalu muncul rankingnya dalam setiap pemeringkatan meski dari berbagai lembaga berbeda. Selain itu, universitas berperingkat tinggi biasanya adalah universitas yang sudah memiliki sejarah dan pernah melahirkan “orang-orang besar”.

Andai saja UPH masuk Top 500 dalam THIES barangkali tidak akan muncul banyak protes. Kini, saatnya bagi UPH membuktikan diri apakah sekadar universitas “buble” atau bukan? Tidak cukup dengan mengundang peraih Hadiah Nobel berceramah, tetapi staf di universitas ini perlu menghasilkan Nobel agar rankingnya paling top di negeri ini bahkan di dunia.

Atau, rekrutlah artis papan atas seperti jejak sejumlah universitas lain. Inilah “marketing” yang terbukti mendatangkan calon mahasiswa tanpa kontroversi :) .

Artikel lain yang mungkin relevan:

12 Comments

mohammad rinaldi  on March 24th, 2008

ah bisa aja tuh UPH. nenek-nenek juga tau dimana kualit
as UPH dibanding PTN-PTN tingkat atas

[Reply]

rani  on April 30th, 2008

UPH,, biasa ajah
cuma kampusnya ajah yang “WAH” n fasilitasmya yg lengkap
kalo maslah mahasiswa, tentu lebih bebobot mahasiswa PTN negri dong!!

[Reply]

Hariz  on May 17th, 2008

tampilkan juga donk 20 peringkat universitas terbaik seluruh Indonesia secara lengkap

[Reply]

ncomputing penganti-pc  on July 17th, 2008

di seluruh indonesia Universitas mana saja seh yg terbaik???

[Reply]

Didi  on August 30th, 2008

TELAH DITEMUKAN RAHASIA SUKSES PEBISNIS DI INTERNET…
TERNYATA KITA JUGA BISA…
JANGAN LEWATKAN….!!!!!
http://www.team-investor.com/?id=D12NK

[Reply]

UNTAG JAKARTA  on October 11th, 2008

Selamat datang di http://untag.ptkpt.net
BEASISWA KULIAH
Program Perkuliahan Karyawan (P2K) & Beasiswa
UNTAG - Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta - 54 th
— TERAKREDITASI —

Pendaftaran Mahasiswa Baru Semester Ganjil 2008/2009
Untuk seluruh lulusan SMA/SMK, D3/Poltek/Akademi, D1, D2, dsb
melanjutkan atau pindah jurusan ke Program Sarjana (S1).

Gelombang I = 5 Mei - 6 Juli 2008
Gelombang II = 7 Juli - 31 Agustus 2008
Gelombang III = 1 - 20 September 2008

Kuliah dimulai = Minggu, 21 September 2008

Sesuai UU-RI No.20 Th.2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa “Pendidikan Tinggi diselenggarakan dengan Sistem Terbuka”.
Dan dipenjelasan UU-RI tsb ditulis : “Pendidikan dengan sistem terbuka adalah pendidikan yang diselenggarakan dengan fleksibilitas pilihan dan waktu penyelesaian program lintas satuan dan jalur pendidikan (multi entry-multi exit system). Peserta didik dapat belajar sambil bekerja, atau mengambil program-program pendidikan …. dst.”

Juga sesuai dengan UUD 45 bahwa “Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan”. Sedangkan diantara warga negara terdapat sebagian masyarakat yang memiliki waktu luang terbatas (khususnya karyawan). Juga sebagian masyarakat yang memiliki dana terbatas.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut UNTAG menyelenggarakan P2K-PKSM ini sekaligus melaksanakan KOMITMEN SOSIAL. Yaitu dengan memberi kesempatan kepada seluruh masyarakat lulusan SMA, SMK, D3, S1, dsb-nya; baik yang memiliki waktu luang terbatas maupun dana terbatas, untuk melanjutkan pendidikan (atau pindah jurusan) ke jenjang Sarjana (S1) pada jurusan yang diminati (silakan klik), secara layak dan bermutu sesuai keunggulan UNTAG (silakan klik).

Tempat Kuliah di Kampus UNTAG, Jl. Sunter Permai Raya, TOL Sunter - Podomoro, Jakarta Utara, yang merupakan salah satu kampus ternyaman dengan fasilitas pendidikan tinggi dan penunjang yang lengkap. Untuk mudahnya, disini diberikan peta menuju Kampus UNTAG (silakan klik) serta Angkutan Umum menuju Kampus UNTAG (silakan klik).

Tidak Ada Ujian Negara (sama dengan PTN).

Biaya pendidikannya (silakan klik) disubsidi sehingga terjangkau masyarakat, juga diberikan fasilitas kredit biaya pendidikan tanpa bunga dan tanpa agunan sehingga dapat diangsur bulanan sesuai kemampuan mahasiswa. Serta diberikan beasiswa (silakan klik) bagi yang tidak mampu secara finansial.

Lulusan Program Kuliah Sabtu Minggu UNTAG dipersiapkan menjadi Sarjana sesuai jurusannya, yang dapat mengembangkan jati dirinya dengan bekal ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, sehingga mampu menyelesaikan persoalan sekaligus mengembangkan ilmunya.

Mahasiswa dan Lulusan Program Kuliah Sabtu Minggu UNTAG maupun Program Reguler UNTAG, mempunyai HAK AKADEMIK, GELAR, dan IJAZAH yang SAMA, serta mempunyai HAK untuk menggunakan gelarnya dan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Untuk mempercepat perolehan informasi, bila ingin mengcopy/print informasi secara keseluruhan tentang Program Kuliah Sabtu Minggu dan Perkuliahan Karyawan (PKSM-P2K) di UNTAG, silakan klik “Info Keseluruhan” ini, atau dapat di-klik di menu info keseluruhan di website ini (sebelah kiri).

Bila ada hal yang kurang jelas, mohon kiranya langsung ditanyakan ke layanan info 17 jam di atas atau silakan klik “Contact Us” ini.
Bila membutuhkan katalog/brosur lengkap, silakan mengisi di Form Permintaan Katalog di samping kiri ini, kami akan mengirimkannya via POS secara gratis.

Melalui situs/informasi ini, mohon bantuan Bapak/Ibu/Sdr untuk sudi kiranya turut mendorong/memotivasi keluarga/sahabat/rekan kerja untuk melanjutkan/meningkatkan pendidikannya di UNTAG, baik melalui Program Kuliah Sabtu Minggu maupun melalui Program Reguler.

Terima kasih,…
UNTAG - Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

[Reply]

kapten  on October 23rd, 2008

Indonesia ada juga ko yang masuk 100 besar dunia, bahkan nomor 90, tuk bidang teknologi.

Himes Higher Education Magazine-QS (THE-QS), Selasa (3/10) bersama-sama dengan University of Calgary, Canada berbagi tempat menduduki posisi ke-90 sebagai universitas terbaik dunia untuk kategori Teknologi (Technology). Memperoleh skor 33.5 (skala 100) memantapkan posisi ITB dalam daftar elit seratus besar dunia, naik dibanding posisi tahun lalu dimana ITB berada di level 114 dunia. Kampiun kategori universitas terbaik bidang teknologi diraih oleh MIT dengan skor sempurna 100.

Times Higher Education Magazine-QS (THE-QS), sebuah lembaga pemeringkat universitas yang berbasis di London, melakukan penilaian dengan kriteria yang terdiri atas empat hal. Pertama, Research Quality, memiliki bobot 60% dari total penilaian, terdiri atas Peer Review (40%) berdasar kuesioner pada ribuan academicians (Professor) yang kompeten dan Citation Index (20%) atas hasil penelitian dan karya ilmiah yang dikutip; Kedua, Graduate Employability (10%) yang diukur dengan melakukan penilaian melalui Recruiter Review; Ketiga, International Outlook (10%) dengan menilai keberadaan fakultas dan mahasiswa internasional; Keempat Teaching Quality (20%) yakni Rasio Mahasiswa terhadap Jumlah Staf Pengajar (Student Faculty Ratio).

Kayaknya kriteria ini cocok dan relevan untuk mengukur kualitas perguruan tinggi, dibanding kriteria/metode lain, seperti webometrics, apalagi metode pemeringkatan yang dilakukan oleh sebuah kampus swasta di Lippo Karawaci (U*H) dan diterbitkan sendiri oleh manajalah dia, sehingga menetapkan dia nomor dua se-Indonesia, aneh..
Link, terkait:
http://www.topuniversities.com/worlduniversityrankings/results/2008/subject_rankings/technology/
http://www.itb.ac.id/news/2224.xhtml

Oya, kalo kuliah di LN, jangan asal LN dong, apalagi Malaysia atau Taiwan, lihat kualitas kampusnya, kampus Indonesia banyak yang lebih baik.

[Reply]

Yustika Rofianto  on November 7th, 2008

Rangking tidak rangking itu bukan menjadi masalah yang penting setelah lulus bisa kerja, syukur2 sesuai dengan displin ilmunya. Itulah yang ada dibenak adik2 kita. Dunia kerja lagi sakit Ngapain mikir rangking? apa untungnya kl lulusannya hanya menjadi pelacur terhadap disiplin ilmunya. Coba disurvey, para birokrat yang memerintah negara ini kebanyakan alumni mana? Apakah bagus ataukah jelek kondisi negara kita? jawabanya pasti pro dan kontra. Iya khan? Gitu aja kok repot.

[Reply]

anonim Reply:

Yak, klo pola pikirannya ’setelah lulus bisa kerja’ lama2 negara kita bisa jadi negara budak benaran. Kenapa sih harus dipikirkan bagaimana cari kerja? Apakah lapangan pekerjaan itu ga bisa diceptakan? Kenapa ga dipikir pola pikiran bagaimana meningkatkan lapangan kerja bukan sebaliknya? Sebenarnya banyak loh peluang2x kerja diantara lapangan kerja yang sempit, kalo kita bisa “jeli” melihat peluang tersebut. Cuman, karena sayangnya SDM kita sudah bermental “budak” (maaf no offense!) jadinya yah gini2 aja terus negara kita! -_-’

[Reply]

sabilarrosyad  on November 9th, 2008

untuk melanjutkan ke luar negeri

[Reply]

orang ganteng  on November 10th, 2008

yustika rofianto gua suka gaya lo

[Reply]

trimaryono  on December 13th, 2008

MAJU,MODERN,MANDIRI

bravo , FTI-UPN SURABAYA

[Reply]

Leave a Comment