Kenapa D3 UI “Diceraikan”?
Banyak yang kecewa karena Universitas Indonesia tidak lagi menerima mahasiswa baru untuk program diploma tiga (DIII) mulai tahun ini. Padahal, program ini justru menjadi pilihan banyak calon mahasiswa sebab jatah untuk jenjang S1 reguler yang ditawarkan selalu tak sebanding dengan jumlah peminatnya.
Kenapa program D3 akhirnya resmi”diceraikan”? Alasan resminya, seperti dikutip banyak media, karena UI ingin meningkatkan kualitas dan menghilangkan persaingan antar fakultas yang selama ini terjadi.
Memang, bukan rahasia lagi jika selama ini terjadi persaingan tidak sehat antarfakultas dalam urusan menjaring calon mahasiswa. Untuk urusan duit ini, fakultas berlomba-lomba membuka program studi yang paling diminati calon mahasiswa dan katanya “dinantikan” juga oleh dunia kerja.
Karena tujuannnya adalah fulus, dan itu enak dan perlu untuk meningkatkan kesejahteraan staf pengajar, birokrat kampus, dan karyawan (jika ada sisanya hee..hee..). Maka, tak jarang program studi yang dibuka saling beririsan. Artinya, satu program studi yang mirip bisa jadi ditawarkan di fakultas berbeda.
Tentu saja hal ini disadari oleh para pemangku kepentingan di UI. Konon, proses sampai jatuhnya “talak” terhadap program D3 memakan waktu sampai enam tahun. Jelas, ini menunjukkan banyaknya kepentingan. Ya, akademisi juga manusia, mungkin banyak yang ingin hidup makmur seperti anggota DPR!
Kabar perceraian ini jelas terdengar menjanjikan bagi siapa saja yang menginginkan pendidikan tinggi di negeri ini berkembang. Maju tak hanya slogannya saja –seperti dipajang di banyak universitas– toward a world class university. Tetapi prestasinya justru, mundur dan mundur, seperti ditunjukkan berbagai lembaga pemeringkatan universitas di dunia.
Jadi, tak hanya UI saja yang perlu berbenah, namun semua universitas yang selama ini asyik “beternak” program diploma penting segera mengambil langkah serupa.
Lalu bagaimana dengan nasib calon mahasiswa yang ingin kuliah di UI?
Pertama, pilihannya adalah UI College. Katanya, ini akan digabungkan dengan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) yang dulunya bernama Politeknik UI. Barangkali, ini cocok buat calon mahasiswa yang sangat ingin sekali kuliah di kampus dengan embel-embel “UI”.
Kedua, carilah universitas swasta yang bagus. Merek itu penting, tetapi lihat saja UI itu sudah sesak seperti terminal pada hari efektif kuliah. Masyarakat pun tahu jika uang kuliah di D3 UI bahkan bisa jauh lebih mahal dibanding kampus swasta. Jadi tidak perlu memaksakan diri untuk mendapatkan pendidikan tinggi yang baik. Apalagi jika tujuannya cuma “kepengen” bertemu artis, bukankah banyak kampus swasta yang juga tempat mangkal artis terkenal?
Artikel lain yang mungkin relevan:
- SIMAK UI 2009 menggantikan Ujian Masuk Bersama (UMB)
- Top Fakultas Kedokteran Indonesia
- Mungkinkah UI Masuk Top 100 Dunia?
- SIMAK UI 2009, SNMPTN, PPKB, Tiga Cara Daftar Universitas Indonesia
- Kenapa “Bercerai” dari Perhimpunan SPMB?
3 Comments
mahasiswa d3 kom ui on May 14th, 2008
sotoy lu.sapa bilang lulusan d3 banyak dinantinaiin dunia kerja…yang ada nganggur mulu
[Reply]
SAMAN UI on May 28th, 2008
Baca juga pendapat mereka di sini:
http://samanui.wordpress.com/2008/04/25/ui-college-mulai-diterapkan-tahun-ini/
[Reply]

dyL on May 8th, 2008
ga jeLas….!!
makin susah aja buat masuk UI..
kemanakah D3 UI?
maksud’a dari UI COLLAGE itu apa?
nasib anak2 LU2san 2008 yg mo msk D3 UI gmn?harus kemana n ngapain??
~_~,
[Reply]